Dekan FT UB terpilih jadi Ketua PII Kota Malang
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berharap pemerintahan Prabowo- Gibran memberikan kesempatan secara luas pada Insinyur dalam berperan secara aktif tidak hanya perseorang namun juga organisasi.
Elshinta.com - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berharap pemerintahan Prabowo- Gibran memberikan kesempatan secara luas pada Insinyur dalam berperan secara aktif tidak hanya perseorang namun juga organisasi.
“Peran pemerintah, low enforcement pada Insinyur,” kata Ketua Persatuan Insinyur Indonesia atau PII Kota Malang, Prof Ir.Hadi Suyono,S.T.,MT.,Ph.D.,IPU.,ASEAN ENG di sela-sela Muscab PII di lantai 3 gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.
Dekan Fakultas Tehnik Universitas Brawijaya Malang yang terpilih ini mengungkapkan, jumlah insinyur di Kota Malang bisa mencapai ribuan.
“Fakultas Teknik saja meluluskan 1.000 dalam setahun kalau ditotal di Kota Malang bisa mencapai 5.000 lulusan, hanya saja yang untuk keanggotaan PII sifatnya opsional bukan keharusan dan seharusnya kita tidak boleh melakukan keinsinyuran kecuali sudah punya sertifikasi badan kejuruan tertentu dan ketaatan ini masih kurang,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (22/10).
Dijelaskan Hadi, sertifikasi inilah yang menjadi kendala dimana sertifikasi insinyur sangat penting baik itu perguruan tinggi maupun organisasi.
“Apalagi jumlah kita ini tidak sampai 5 juta karena itu perlu adanya peningkatan kapabilitas dimana insinyur kita bisa diimplementasikan selesaikan persoalan baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional,“ ucapnya.